Festival Payung Indonesia, yang dilaksanakan tiga hari di plataran Candi Borobudur, 7-9 September 2018, dihadiriri tamu dari berbagai negara. Di àntaranya, dari Jepang, Thailand, Dan lainnya.

Sekitar seratus payung rajut yang dibuat komunitas Rajut Indonesia, menghadirkan aneka motif payung rajut yang cantik Dan menarik. Satu di antara payung-payung itu, dibeli seharga 100 dollar Amerika. Yang lain, rata-rata dibeli Rp 1 juta.

Atraksi yang ditampilkan pun bermacam-macam, Ada Umbrella dance music and fashion dari Jakarta, Jepang, juga Indonesia.

Tari Songsong Pangayom, dibawakan Sanggar Padma Wibaksa, Boyolali, juga dari Sanggar Seni Joglo Pete, Kabupaten Magelang.

Ayu Laksmi, dari Bali, ikut meramaikan gelaran tersebut, dalam pentas musik. 

Dari Yogyakarta, di Hari kedua, menghadirkan Fashion, Mesra Lila Imelda Sari dan Arung Nafas Stagen, Amber Kusuma.

Festival Payung Indonesia, diselenggarakan di Borobudur, 7-9 September 2018.

Dalam Festival itu, panitia mengundang perajut dari seluruh Indonesia, untuk memeriahkan acara dalam kegiatan "Sepayung Indonesia" itu.

Beberapa di antara ratusan pendaftar, berasal dari Yogyakarta, di àntaranya adalah dari Pondok Rajut Yogyakarta, ibu Triweningtyas dan ibu Lucia Nucke Idayani, juga dari Mphie Crochet, Dan lain-lain.

Agenda tahunan itu, digawangi di àntaranya oleh bapak Her Mataya, juga perajut senior dari Rumah Rajut Citra Surakarta, ibu Tutus.

Setelah bulan Mei lalu diadakan pelatihan pembibitan bawang merah dan tanaman sayur lainnya kepada KWT (Kelompok Wanita Tani) kota Jogja, KWT Wanita Sejahtera, Kelurahan Muja-Muju-Kecamatan Umbulharjo mendapat kunjungan pemantauan hasil pelatihan tersebut.
Kunjungan rombongan Bimbingan Teknis Kawasan Ranah Pangan Lestari (Bimtek KRPL) Dinas Pertanian Kota Jogja dipimpin Bpk. Eko (Koordinator Penyuluh Lapangan Kota Jogja) dan seorang petugas dokumentasi lapangan. Rombongan juga didampingi para pegiat pertanian perkotaan.

Seluruh rombongan mengapresiasi dan merasa puas dengan KWT Wanita Sejahtera yang bersungguh-sungguh menerapkan semua ilmu dan petunjuk teknis yang telah diajarkan Bimtek KRPL Dinas Pertanian Kota Yogyakarta. Seluruh tim melihat sendiri perkembangan bibit tanaman yang ada di area kebun KWT Wanita Sejahtera, didampingi Ibu Retno Kurniasih (Ketua KWT Wanita Sejahtera) Ibu Anis (Koordinator Kebun) dan ibu-ibu anggota KWT Wanita Sejahtera lainnya.


Keterangan gambar diatas:
1. Bu Atik: Ketua Asosiasi Sayur Kota (Sepur Kota)
2. Bu Endang: Kasi Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kota Yogyakarta
3. Bu Fadhil: Narasumber Pelatihan Bimtek
4. Bu Anis: Koordinator Kebun KWT Wanita Sejahtera
5. Bu Liring: Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani Perkotaan) Kota Yogyakarta
6. Pak Eko: Koordinator Lapangan Penyuluh Pertanian Kota Yogyakarta
Ibu Retno Kurniasih: Ketua KWT Wanita Sejahtera (berdiri diantara no 5 dan 6, memakai masker)






Diberdayakan oleh Blogger.