Sejak beberapa waktu lalu, tetangga kami yang bernama ibu Dora Lesmana merintis sebuah usaha dibidang kuliner. Yaitu minuman segar sari kelapa nata de coco. Usaha kecil ini sudah banyak mendapat pembinaan dari pemerintah kota. Dan terakhir kemarin dari Disperindag Kota Jogja telah menfasilitasi pengurusan PIRT dan merek minuman sari kelapa Fresco Natadecoco pun mendapat pengakuan. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atas kualitas produk itu sendiri.

[youtube src="keQrGiA2Utk"/]
[next]
Lanjutan dari cuplikan video yang pertama mengenai kegiatan UKM Fresco Natadecoco dalam menyiapkan produknya sebelum diantar ke para konsumen setianya.

[youtube src="BhKQfJumCPM"/]
[next]
Cuplikan video bagian ke 3 dari proses persiapan pengemasan sari kelapa Fresco Natadecoco sebelum dipasarkan ke para pelanggan dari ibu Dora Lesamana, perintis dan pemilik usaha ini.

[youtube src="OouJnCljUdM"/]
[next]
Ini adalah bagian ke 4 dari proses penyiapan usaha nata coco yang dilakukan oleh ibu Dora Lesmana yang merintis usaha sari kelapa tersebut sejak beberapa waktu lalu dengan merek dagang Fresco Nata de Coco.

[youtube src="5JW72qYas0Q"/]

Pirografi original hanyalah sebuah istilah yang saya buat sendiri untuk membedakan dengan lukisan pirografi yang diwarnai. Para seniman pirografi di Eropa dan Amerika menggunakan istilah black-white pyrography untuk membedakannya dengan Pyrography plus coloring. Namun karena saya orang Indonesia yang kurang suka istilah yang terlalu panjang (black-white pyrography) saya bikin istilah sendiri saja: pirografi original.
Pirografi original bukannya tanpa penambahan warna sama sekali. Sama seperti seniman pirografi barat dan eropa, saya juga menambahkan (hanya) satu warna yaitu warna putih. Karena untuk lukisan pirografi di bagian tertentu memerlukan sentuhan warna putih agar lebih indah. Misal penambahan warna putih untuk bagian bola mata, gigi dan sebagainya.


Pada dasarnya seni lukis pirografi hanya berupa warna-warna hasil pembakaran permukaan papan kayu. Namun seiring permintaan para pemesan, kami pun mewarnai sedikit di bagian-bagian tertentu pada lukisan pirografi kami.

Ada yang menginginkan pewarnaan di bagian dekoratifnya, sedang wajah tidak diwarnai. Namun ada pula yang sebaliknya, bagian wajah diwarnai sedang bagian latar belakang tetap pirografi dengan warna natural.

Ada juga yang menginginkan full color pyrography, baik bagian wajah maupun hiasan dekoratifnya. Semua bergantung pada selera dan keinginan pemesan.


Dalam pewarnaan kami menggunakan pencil warna faber castell. Warna tetap awet karena kami menggunakan 'clear' sampai 3-5 kali semprotan/lapisan agar lukisan awet dan tidak luntur serta berjamur.

Masih banyak contoh pesanan yang telah kami buat dan bisa Anda lihat di Gallery blog ini.

Waroeng d'Ast Dodolan di Sunmor KR Mangkubumi


Hai semua.... Kalian yang ada di Jogja atau pernah belajar di kota Jogja, tentu sudah tidak asing dengan istilah Pasar SunMor (Sunday Morning). Sebuah aktifitas jual-beli yang diadakan sepekan sekali di tempat tertentu. Dalam sejarahnya, pasar Sunmor mulai muncul ketika terjadi krisis ekonomi di awal-awal reformasi 1998. Dan waktu itu banyak bermunculan pedagang yang menggelar dagangannya di setiap akhir pekan di sekitar jalan Mangkubumi (selatan Tugu Jogja). Pelopornya adalah para mahasiswa yang sedang belajar di Jogja yang waktu itu juga terkena imbas krisis ekonomi. Macam-macam yang dijual mulai barang keperluan sekolah, baju-baju, makanan bikinan para mahasiswa, sampai benda-benda koleksi/hobi tertentu.

Dalam perkembangannya, kegiatan jual-beli tersebut makin ramai dan aktifitas sunmor mulai dipindahkan menempati area kampus UGM, tepatnya di sebelah utara Bunderan. Kemudian dipindahkan lagi ke ruas jalan sisi timur kampus. Dan berpindah lagi ke sisi utara kampus UGM dekat Selokan Mataram.

Kegiatan sejenis pasar sunmor pun mulai menjamur di beberapa tempat di kota Jogja seperti di bekas terminal Jogja (Exti), sisi barat Stadion Mandala Krida, sampai (pernah) ada juga di sisi timur Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.

Nah buat kalian yang kangen dengan suasana 'Sunmor' seperti awal-awal reformasi doeloe, kini pasar sunmor di jalan P. Mangkubumi mulai 'dihidupkan' lagi. Tempatnya di sepanjang halaman depan kantor SKH Kedaulatan Rakyat (KR). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan nyata KR bagi perkembangan UMKM di Kota Jogjakarta, dengan tagline 'Sunmor UMKM Jogja Nyawiji '. 
Jualannya komplit dengan harga irit tanpa bikin dompet kamu menjerit!....Koq bisa Min?...lha iya kan kamu ketemu bakule langsung alias COD-nan sama produsennya langsung ๐Ÿ˜…



Catat di agenda kamu, pasar sunmor KR Mangkubumi diadakan tiap Hari Minggu Kedua, Ketiga dan Hari Minggu Keempat setiap bulannya. Mulai jam setengah enam pagi (5.30 WIB) sampai jam sepuluh saja (10.00 WIB). Lihat-lihat dulu boleh...selfi-selfi?..Ok. Tapi terus di-upload dan share ke follower kamu ya... Biar pasar sunmor KR Mangkubumi 'membahana di jagad maya'.

Kalau kamu jalan-jalan pagi di pasar sunmor KR Mangkubumi, jangan lupa mampir di stand Waroeng d'Ast lho yaa...  Ada aneka keripik dan camilan yang renyah. Dan kalo kamu borong semua tuh kripik renyahnya...maka senyum 'bakule' juga akan renyah merekah sampai turah-turah ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Diberdayakan oleh Blogger.