Kopi Lanang

"Menyeruput kopi lanang luwak, rasa nikmatnya sampai ubun-ubun," kata Bambang, 60 tahun, pria dari Yogyakarta, yang siang itu mengunjungi Kedai Kopi, di sebuah desa di Kawasan Kintamani, Bali.

Berbeda dengan kopi-kopi biasa. Menurut Bambang, kopi luwak mempunyai rasa khas. "Apalagi, kopi luwak lanang. Hmmmm...nikmatnya sampai ubun-ubun," katanya lagi usai menyeruput kopinya.

Pramusaji kedai kopi itu, Dewi, mengatakan yang dimaksud kopi lanang luwak, adalah Kopi luwak, yang biji kopinya berjenis kelamin laki-laki. Tiap bulir biji kopinya utuh, tak bersekat. Sedangkan kopi wadon atau betina, satu bulir biji kopinya, memiliki sekat.

Soal rasa memang berbeda. Kopi lanang terasa lebih menyengat tajam. Dan kopi betina memiliki taste lebih ringan.

Memang, tak Banyak orang mempedulikan jenis kelamin kopi yang dia minum. Tapi bagi penikmat kopi, bila ada, akan memilih kopi lanang. "Nikmatnya sampai ubun-ubun."