Luwak Kintamani


Sebuah papan kayu bertuliskan Kopi Luwak, menggelitik nuraniku. Ingin segera aku menengok kedai itu.
Begitu masuk kedai itu, aku dihadapkan pada hamparan kebun kopi, baik arabica mau pun robusta.
Lebih ke dalam lagi, kudapati kandang luwak. Ada 8 ruangan panggung dari strimin bersekat-sekat. Semua ruangan itu ada penghuninya.
Tapi ruangan itu sunyi. semua penghuninya sedang tidur. "Kalau siang semua tidur," kata Nyoman, salah seorang gaet di kedai itu.
Ternyata, kopi luwak memang hasil budidaya manusia.