Wisata Kampung Bunga


Sebanyak 17 kampung wisata yang ada di Kota Yogyakarta terus berbenah. Satu di antaranya, Kampung Wisata Code Jetisharjo.

Memasuki kampung itu, kita disuguhi sebuah pemandangan yang layak untuk ber swa foto. Bunga-bunga indah bermekaran, menghiasi papan bertuliskan: “Kampung JetisHarjo.” Lingkungan kampong itu asri dan bersih.

Totok Pratopo, seorang aktivis lingkungan, yang mendorong masyarakat agar mau bekerjakeras, menjaga lingkungannya, termasuk menjaga kebersihan sungai yang membatasi kampong itu, Kali Code. Tak heran bila pada 2004, dia memperoleh penghargaan Kalpataru kategori perintis. Laki-laki yang memiliki dua putera itu, juga menjadi ketua pemerti Kali Code sejak 2009.

Pria lulusan MIPA IKIP Yogyakarta itu, kini sedang mendorong masyarakat untuk membudidayakan bunga, sebagai pendukung kampung wisata itu.  “Kecuali untuk estetika, juga diarahkan untuk komersiil. Kami kerjasama dengan Erista Garden,” kata Totok Pratopo.



Menurut Totok, untuk mendukung aktivitas itu, warga melaksanakan kegiatan yang bersifat kolektif. “Misalnya, Jum’at sore bersih dan koperasi,” katanya.

Warga Jetisharjo, juga aktif melakukan laku budaya merti kali Code. Upacara adat itu, untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan kali Code. Sebagaimana diketahui, kondisi lingkungan sungai yang melintasi tengah Kota Yogyakarta itu, sejak sekitar lima tahun terakhir, mengalami degradasi kualias lingkungan yang serius. Badan sungai menyempit akibat desakan permukiman, mutu air buruk akibat polusi limbah domestik, dan hilangnya sebagian flora fauna yang menjadi ciri khas ekosistem sungai.

Karena itu, kegiatan budaya merti Code masih terus dilakukan. Kini, kali Code lebih ramah. Sebagian masyarakat memanfaatkan kali yang berhulu di Gunung Merapi itu, untuk memelihara ikan, juga pelepasan burung. Code Jetisharjo, menjadi pelopor kampung pinggir sungai yang cantik, asri, dan layak menjadi Kampung Wisata.